Senin, 10 Maret 2014

DISAPPEAR//Jika aku mampu, tentu akan ku bunuh semua!



Hallo ^^ ini cerita pertamaku yang aku post diblog ini, sebelumnya aku pernah membuat dan mempostingnya di screenplay ******. Menulis fanfic dengan cerpen sebenarnya banyak yang harus aku sesuaikan. Ketika aku membuat fanfic, sangat aku usahakan menggunakan bahasa yang sangat formal tapi membuat cerpen sepertinya lebih santai
 Sebenarnya Ini juga pertama kalinya aku memakai nama asli ketika menulis, jika kalian bergrilya dan menemukan nama ‘olivia choi’ di web mana saja , asal tahu saja itu nickname yang aku gunakan selama ini. Hahaha… pokonya semoga saja kalian menyukai karya yang aku suguhkan. Terimakasih telah bertamu, jangan lupa tinggalkan jejak :p.

 http://desertpeace.files.wordpress.com/2010/06/disappear.gif
DISAPPEAR
Jika aku mampu, tentu akan ku bunuh semua!
-----
Prolog
            Wekeend! Saatnya lepas dari semua kepenatan yang selama ini menjadi rutinnitasku. Pagi yang indah, awan terlukis walaupun tak begitu terbentuk. Siul burung beo yang selalu terdengar tak begitu merdu, sebaliknya aku sangat tidak menyukai suara yang selalu dikeluarkannya. Roh-roh yang sudah berkliaran selama mati suri tadi telah kembali,, Kupaksakan ragaku bangun dari singgasana kodok yang lucu ini, berwarna hijau dan berbau khas tubuhku. Ah keroppi aku sangat menyukaimu….

“put , Ibu dan ayah aku berangkat. Kamu dirumah dengan petal ya..” ucap ibuku sembari membenarkan kerudung ungu nya. Cantik sekali.
“pakis kemana bu?” tanyaku, memakan sisa-sisa makanan yang tersisa sarapan tadi.
“pakis, berangkat kuliah pagi sekali sehabis sholat shubuh. Memangnya kamu yang selalu bermalas-malasan seperti kebo disawah.” Ucap ibu
“mending jadi kebo deh, dari pada mendengar omelan tak bermutu itu.” Ucapku dingin
“yak! Putri!!! Aaaww….” Ibu meracau sekali lagi, kulihat dia tengah meringis. Mungkin karena peniti hebat itu mencium kulit ibu yang terlalu mulus, jauh denganku.
“ibu sih, kualat terhadap anak bu.” Aku meninggalkannya, ketika dia sudah mengambiul kuda-kuda untuk membunuhku. Aissh… ibu tega sekali pada anak sebaikku.

            Selepas ibu pergi, aku berencana untuk meninggalkan rumah bersama petal. Petal kontak saja setuju dengan ide gila ku, jangan mengira kita akan berangkat ke tempat yang tidak boleh kita kunjungi. Berendam disauna, Membeli kaset game yang sudah aku tunggu-tunggu, dan yang terpenting mencari aksesoris bermotif sikecil dan hijau. Menyenangkan sekali~

            Sudah 3 jam lebih kita meninggalkan rumah, tapi tak ada rasa bosan untukk melihat-lihat isi departement store yang sering kita kunjungi ini. Ada saja yang kita lewatkan sebelumnya. Petal tiba-tiba saja meninggalkanku, sontak aku mengikutinya. Aku tak percaya dengan pandanganku sekarang.
            Disana, berjarak kurang dari 10 meter dari tempatku berdiri. Terpaku pria tampan yang selama ini menjadi kekasihku, apa yang harus kulakukan? Ketika seseorang yang selama 3 tahun sudah menemanimu dalam setiap jangka waktu, tengah menerima belaian dan godaan dari seorang wanita yang kau pun tau siapa itu.

            Dalam sekali hentakkan, aku menyeret petal untuk berlari sekencang-kencangnya. Kulihat, dia –ravi- menyusulku dengan jurus berlari bak kilatan petir sedangkan aku hanya berlari seperti siput mengejar mangsa. Jelas berbeda, tapi untunglah aku sampai pada mobil hijauku.

            Tancapan gas kian beradu, ravi masih saja sanggup mengejar. Berkali-kali ponselku menyala, itu ravi sangat terlihat jelas wajah tampannya dalam ponselku berbeda dengan yang ada dibelakang mobil ini. Wajahku terlihat gurau, kusam dan menyesal. Aku bukan wanita bodoh, sejenak bisa kutahan air mata yang mendobrak ingin mengalir ini.

“kak put, pelan-pelan saja. Kak ravi memanggil.” Petal memberi tahu padaku.

            Aku sebal padanya, yang tak mengerti posisiku saat ini. Kepalingkan mukaku, agar petal merasa bersalah padaku.

“KAK….AWAAAAASSS….”
Petal berteriak kencang sekali, kulihat didepan sana bertengger dengan gagah sebuah truk. Dan kurasa mobilku kini oleng. Petal menggenggam tanganku dengan erat, aku tak bisa apa-apa. Tuhan, aku tau aku nakal. Tapi kali ini selamatkanlah aku dan adikku. Sekarang aku mendengar tangis ravi memanggil namaku, maafkan aku rav. Dan gelaap~

v   

Hari ini langit tampak mendung, lontaran petir selalu berpuncak disebrang pandanganku, awan hitam sebentar lagi akan meluapkan tangis perihnya seperti aku pagi ini. Mataku yang sembab menangkap seekor kucing hitam dalam lorong gelap itu, menatapku dengan tajam seolah tertawa atas kesedihanku.
            Dasar kucing sialan! kulemparkan apapun yang bisa aku raih untuk menghalau kedatangan kucing itu. Bukan karena aku takut kucing atau semacamnya, tapi kulakukan semua itu untuk melampiaskan semua kemarahanku pagi ini yang memuncak. Baiklah lupakan saja celotehanku yang gila.
            Setelah menyusuri jalan yang begitu macet, akhirnya aku sampai pada sekolah yang sangat aku agungkan ini, untung saja tidak terlambat. Bertengger tulisan ‘SMAN 1 Jakarta’ yang sudah sangat bosan aku lihat. Ingin rasanya, lari dari tumpukan masalah yang selalu menimpaku huh… aku bisa gila!
“selamat pagi, semoga harimu berseri.” Sapa teman sebangku yang amat cantik ini.
“kayak film aja, udahlah aku lagi badmood.” Ucapku kesal
“aish,,, putri, kenapa sih?” tanyanya
“mawar delima sayang, aku engak papa kok. Ada beberapa hal yang sesungguhnya aku pun engak paham kenapa aku badmood gini. Oh iya, tugas OSIS yang aku berikan kepadamu itu sudah selesai?” jawabku dengan lembut
“sudah tuan putri, apa kau ingin melihatnya sebelum rapat OSIS dimulai siang ini ?”
“baiklah.”
            Oke perkenalkan, Aku ini Putri Azalea Hosta. Sekretaris OSIS pertama yang masih duduk dikelas X. bukan karena aku tidak naik kelas, melainkan karena kegigihan ku mendapatkan posisi ini. jadilah posisi yang sangat diinginkan oleh semua orang itu aku dapatkan. Teman sebangku dan sekaribku sejak lama tadi itu bernama Mawar delima, dia juga anggota OSIS meskipun tidak setingkat denganku jabatannya, hehehe… 

kadang-kadang aku sering berpikir kenapa dia tidak menyalonkan sebagai ketua OSIS saja dengan segala prestasi yang selalu ia dapatkan selama ini. Malah yang terpilih menjadi ketua OSIS itu, si hitam tidak manis yang membuatku kesal pagi tadi. Arghhh … sekarang sudah terjawab bukan siapa yang membuatku marah itu? Yah! Si Ketua OSIS yang banyak di elu-elu kan oleh sekolah karena dia jago berpidato itu! Cih, aku tidak suka mendengarnya. Jago apanya, dia cuman bisa bergelut dengan segala celotehnya. Ya miriplah dengan aku.

v
   
            Bunyi bell menggema, tanda pelajaran yang melelahkan berakhir dengan gembira. Harus Rapat OSIS ya? Bertemu cowok brengsek itu ya? Huh… menyebalkan.

“PUTRIIIII…!” teriak mawar tepat di depan telingaku itu.
“apaan sih? Berisik tau, aku sedang membaca laporan yang kau susun.” Kesalku
“kau sudah liat akun SNS kak Ravi?” tanyanya penasaran
“justru itu, pagi ini aku kesal karena status dia yang menghebohkan seantero rumahku.”
“kenapa? ayo dong cerita.”
“baiklah, kemarin malam aku dengan ravi putus? Aku memergoki dia jalan dengan wakil sekretaris OSIS si viona itu, kelas XI. Huh… aku tak menyangka…nyaa…” aduku padanya.

 Tak terasa air mata sialan itu jatuh menuruni pipih mulusku. Kenapa aku jadi sedih begini padahal sejak malam aku sudah berniat tidak ingin menangis di depan wanita lemah yang selalu menyemangatiku ini

“lalu apa yang ravi lakukan?”
“dia melirikku sebentar lalu pergi begitu saja, bahkan dia melakukan itu didepan adikku del. Tentu saja adikku yang bandel itu, memberitahukan kepada seluruh pengisi rumah. Belum berakhir sampai disitu, pagi – pagi sekali kakakku dikejutkan oleh Status berhubungan di akun SNS nya.padahal kemarin siang, status berpacarannya masih dengan akun SNS ku del.  Apa tidak ada artinya hubunganku dengan dia yang sudah berumur 3 tahun itu? Aku sakit hati delimaaa….” Teriakku pada akhirnya.
“sudah sudah, tiada artinya juga kamu menangis begini. Dasar cowok, sudah bertahta tidak melihat lagi isi dapur yang menyokongnya selama ini.”
“aish… aku ingin tertawa mendengar ucapan asalmu itu. Sudahlah mari kita rapat OSIS yang dipimpin oleh pria berkantung robek itu.” Ucapku asal, mengusap lembut air mata lalu pergi begitu saja.
“maksudnya?”tanyanya heran
“tidak apa – apa.” Aku hanya tersenyum menahan tawaku.

v   

            Rapat dimulai, seluruh peserta sudah siap tinggal menungu kedatangan si Ketos dan si Ganjen yang sekarang menjadi pacarnya itu. Sudah aku katakan, mereka tidak cocok bersama kalau salah satunya memberikan pengaruh yang buruk. Hehe…
Kali ini pintu terbuka, dengan datangnya Ravi yang sok tampan itu, disampingnya Viona sedang bergelayutan manja. Hiy… aku saja yang sudah lama berpacaran dengannya selalu menjaga sikap. Dasar cewek kurang ajar!
“jangan terbakar put.” Bisik mawar ditelingaku
“darimana saja rav? Kita sudah menunggu hampir 30 menit.” Tanya wakil Ketos, Mahdi.
“oh maaf, tadi ada urusan pribadi.” Jawabnya santai.
“jangan nyampurin urusan pribadi dengan organisasi dong. Mana komitmen yang dipegang teguh selama ini. Aneh.” Celotehku. Mawar menyenggolku.
Aku memang dikenal anggota paling tidak sopan. Berani menyela siapapun dan tidak pernah mau minta maaf pada lawanku. Maklum saja, aku bukan orang lemah!
“saya sudah minta maaf sebelum menjelaskan. Mohon dimaklum.”
Jawabnya ketus, aku hanya tersenyum meremehkan. Sial saja, dia sama keras dengan aku demi mempertahankan prinsipnya. Bagimana bisa hubungan kita bertahan hingga 3 tahun itu? Jujur saja aku pun tak tau.
“baiklah kita mulai rapatnya. Untuk rencana kemping bersama seluruh anggota organisasi SMPN 1 bandung , akan dilaksanakan akhir pekan ini. Ingat, kita disana bukan hanya senang-senang saja. Banyak agenda yang harus kita laksanakan, apalagi kita dipercaya untuk melatih mental anggota siswa SMP itu. Saya harapkan kerja samanya.” Jelasnya tersenyum yang menurutku jelek.
“hari ini kita akan tentukan siapa yang menjadi ketua pelaksana kegiatan ini, tapi saya mengusulkan supaya viona gelora dari kelas XI IPA 2 yang menjadi ketuanya.” Aku syok mendengar penuturannya ini, bagaimana bisa? Harusnya aku. Arghhh…sial!
“bukankah tahun-tahun sebelumnya sekretaris utama yang menjadi ketua pelaksananya rav?” tanya mahdi sekali lagi.
“Viona juga masih sebagai sekretaris, apalagi dia sudah duduk dikelas XI. Saya tidak meragukan kemampuan dia selama ini.”  Jelasnya
Viona yang duduk disampingku tersenyum senang, meja disini melingkar seperti meja-meja yang dipakai pengusaha rapat. Bagus bukan? Tapi aku tak suka bau parfum dia yang menggelegar itu. Huh..
“jadi Pak Ketos ini meragukan kemampuan siswa kelas X yang menjadi sekretaris utama disini begitu? Saya tidak menyangka, pantas saja negri ini hancur. Jika seorang ketua osis saja berani melakukan nepotisme. Heh…. “kataku menekan setiap perkataan dari ucapanku tadi. Semua orang melihat tajam kearahku, memangnya aku salah apa? Menurutku aku benar.
“pada dasarnya semua orang mengganggap dirinya benar, saya harap kalian semua menerima keputusan dariku. Terimakasih.” Jawab ravi mengacuhkan perkataanku yang panjang lebar itu. Sialan!
“anggota seluruh yang akan mengikuti perkemahan ini sebanyak apa?” tanya cepi yang benar-benar culun itu
“dari informasi yang saya dapatkan terakhir, jumlahnya kira-kira ada 48 orang dengan anggota OSIS SMA kita 22 orang. Total ada 70 orang.”
“masih kira-kira.” Timbalku.
“pengumpulan data paling lambat hari kamis, jadi hari kamis kita rapat kembali. Terimakasih atas partisipasinya, rapat saya tutup.”
            Cih, ketua OSIS macam apa yang tidak membuka sesi pertanyaan sebelum rapat ditutup. Sialan , apa dia takut aku bersilat lidah. Arghh…
“sudahlah, mukamu sudah kusut kaya gitu. Cepet pulang, mandi di bathtub sana!” suruh laki-laki yang beringas dan berotot besar itu. Aish… siapa sih itu? Sialan sekali menyuruh-nyuruhku seperti ini.
            Mawar mnyenggolku, mungkin karena diruangan ini sudah tidak ada orang lagi selain aku dan mawar.
“siapa sih tadi?” tanyaku
“masa  kau lupa, itu gavin kwan adsit yang terkenal sebagai algojo OSIS. Berani menghukum siapa saja yang tidak kumpul atas perintah ravi. Aish… sehari diputuskan Ravi begitu, sudah sebegini besar dampaknya. Apa aku harus meminta pada ravi agar menjadikanmu kekasihnya lagi?”
“sudahlah, mari kita pulang. Aku tak peduli dengannya. Dasar ketua osis loyo, menyuruh orang lain untuk menghukum anggotanya. Tidak punya nyali”

            Aku heran kenapa mawar selalu menuruti semua perkataanku yang ngaco itu. Lupakan!. Lihatlah Sekolah kami itu bukan sekolah yang biasa, halaman untuk parkir saja luasnya minta ampun. Ada ruang inilah itulah, boros saja. 

            Dipersimpangan jalan, aku dan mawar berpisah karena sepeda motor kami berbeda tempat. Biarlah itu tidak masalah. Baru pukul 4, tetapi suasana sekolah ini sudah sepi sekali. Untuk apa sekolah bagus jika sepi ? Sama saja menakutkan seperti rumah hantu.

            Kulihat sepeda motorku yang cantik itu, berwarna hijau yang terdapat sebuah tulisan ‘ravi&putri’ disisi kirinya. Memang kecil tapi aku masih bisa melihatnya. Sial! Aku akan menghilangkan tulisan menjijikan itu. 

Tiba tiba saja klakson berbunyi berkali-kali dibelakangku, dan ternyata itu ravi sialan yang selalu mengganggu ku dan kekasihnya sedang berboncengan motor dengan sangat mesra. Aku memang bukan orang pencemburu, tapi aku juga bukan orang lemah. Dia mencampakkan aku begitu saja, Jelas aku sakit hati. Dia tidak punya otak, dia itu gila asal tahu saja.

“nona manis, masih tidak mau menyingkir?” kata viona padaku.
“tidak! Silakan berbelok ke kanan saja, atau tabrak saja aku.”
“ternyata nona manis sedang frustasi yah? Tabrak saja sayang.”
            Ravi menatapku dengan tajam, apa benar dia akan menabrakku? Suara gendrungan gas , terdengar sangat jelas. Oh…. Tuhan aku tidak percaya ini….


To Be Continue..

Thank for read guys, ini cerita bersambung yaa :D . semoga suka ^^ kecup manja :* hahaha

Minggu, 13 Oktober 2013

Indonesia menang? suporter bangga! Tapi jangan hina ya ^^



Orang kurang kerjaan bilang :
-korea kalah karena semua orangnya boyband : *aduh korea kan banyak manusia nya beda2 profesi woy , yang boyband ya boyband yang pemain bola ya pemain bola -,- aneh nih orang.

-korea pake bedak tuh pemainnya putih banget : *ini nih yang bikin saya ketawa ._. ras korea emang kulitnya2 pada putih woy, beda sama kita. Emang ga boleh pemain bola putih? Ah saya tau ini yang ngomong kulitnya item ya? Ngaku ajaa yaa ^^

-korea suju semua jadi kalah : *aduh ini yang bikin saya bangga ternyata yang paling terkenal itu suju pemirsa. Dikait2kan segala, gak ada kaitannya suju bukan pemain bola kok. Kudet amat, -,-

Jadi kesimpulan dari perbincangan kita kali ini adalah jangan hina orang, kita menang alhamdulilah. Indonesia Beruntung, Sujud syukur kepada Tuhan, bukan hina orang lah bash lah. Saya asli sporter indonesia, oke saya emang pecinta Kpop. Tapi saya masih disini hey! Masih tinggal di Indonesia tercinta ini. Bagaimana jika *tapiAMITAMIT* Indonesia nantinya kalah oleh negara lain? Mau Indonesia dihina? Kasarlah apalah, saya tidak peduli. Tapi nanti Suporter Indonesia akan dipandang sebelah mata, dan dibenci negara lain. Saya ingin kalian tentram, saya tau ini memang bangga dan saya pun sangat bangga sekali. Tapi sekali lagi saya tekankan jangan sampai hina-hina negara/orang lain karena itu merugikan bagi negara kita sendiri.

Tetap mendukung segala aktivitas Indonesia yang positif pastinya dan STOP KKN ! saya cinta kalian semua *kecup manja ~